WELCOME TO MY BLOG :)

Sabtu, 22 Desember 2012

Logam Alkali dan Alkali Tanah


Logam Alkali dan Alkali Tanah
Logam-logam Golongan 1 dan 2 dalam Susunan Berkala berturut-turut disebut logam-logam alkali dan alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa.
Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi  (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari unsur-unsur Golongan 1  dan 2 cenderung bersifat ionik.
Logam Alkali
·         Logam Alkali sangat reaktif, karena itu harus disimpan dalam minyak.
·         Sifat yang umum dimiliki oleh logam alkali adalah sebagai konduktor panas yang baik, titik didih tinggi, permukaan berwarna abu-abu keperakan.
·         Atom logam alkali bereaksi dengan melepaskan 1 elektron membentuk ion bermuatan +1. Na  Na+ + 1 e-. Susunan elektron dari 2.8.1 o 2.8, yang merupakan konfigurasi elektron gas mulia.
Sifat lain  logam alkali, memiliki titik leleh rendah, densitas rendah, sangat lunak.
Kecenderungan golongan alkali dengan meningkatnya nomor atom adalah:
Titik leleh dan titik didih menurun
Unsur lebih reaktif

Ukuran Atom membesar (jari-jari makin besar)
Densitas meningkat proportional dengan meningkatnya massa atom.
Kekerasan menurun
Jika dipanaskan diatas nyala api memberikan warna yang spesifik. Litium – merah, natrium – kuning, Kalium – lila/ungu, Cesium – biru.
Logam Alkali Tanah
Dibandingkan dengan logam alkali pada periode yang sama :
·         Titik leleh dan titik didih lebih tinggi, lebih keras, lebih kuat dan lebih padat. Hal ini disebabkan karena terdapat dua delokalisas elektron per ion dalam kristal yang memberikan gaya elektronik lebih besar dengan muatan ion . M2+ yang lebih tinggi.
·         Sifat kimia sangat mirip misalnya dalam pembentukan senyawa ionik tetapi berbeda dalam rumus dan reaktivitas lebih rendah karena energi ionisasi (IE) pertama lebih tinggi dan terdapatnya energi ionisasi kedua membentuk ion M2+ yang stabil.
·         Bilangan oksidasi senyawa selalu +2 di dalam senyawa.
o    Dua elektron s terluar lepas. Sedangkan energi ionisasi ketiga sangat tinggi untuk membentu ion +3.
Golongan 2 yang stabil membentuk konfigurasi elektron gas mulia.
·         Contoh : ion kalsium, Ca2+, is 2,8,8 or 1s22s22p63s23p6 atau[Ar]
·         Pada umumnya makin ke bawah dalam satu golongan nomor atom cenderung makin meningkat.
·         Energi Ionisasi pertama atau kedua menurun
o    Karena jari-jari atom makin besar akibat adanya ekstra kulit yang terisi. Elektron terluar sangat jauh dari inti sehinga tertarik lemah oleh inti sehingga lebih sedikit energi yang diperlukan untuk melepaskannya.
·         Potensial energi selalu meningkat dengan urutan . … ke 3 > 2 > 1, karena muatan inti yang sama menarik sedikit elektron yang rata-rata lebih dekat dengan inti. TETAPI dengan catatan IE ke 2 untuk golongan 1, IE ke 3 untuk golongan 2 menunjukkan menunjukkan peningkatan yang luar biasa dibandingkan IE sebelumnya.
·         Jari-jari Atom atau ionik meningkat:
o    Disebabkan adanya kulit yang lebih banyak.
o    Jari-jari golongan 2 lebih kecil dari pada golongan 1.karena tarikan elektron dengan jumlah kulit yang sama.
o    Biasanya jari-jari ion holongan 2 M2+ lebih kecil dari pada golongan 1 M+ pada periode yang sama karena muatan inti meningkat.
·         Pada umumnya (tidak selalu) titik didih dan titik leleh menurun
o    Disebabkan peningkatan jari-jari ion dan meningkatnya muatan.
·         Lebih reaktif karena makin ke bawah makin mudah membentuk ion.
·         Electronegativity cenderung menurun:
·         Pola rumus molekul:
o    Rumus umum dapat ditulis  M2O atau rumus ionik (M+)2O2- dimana M adalah  Li sampai Fr atau Be sampai Ra.




Mengapa unsur-unsur golongan IIA dinamakan alkali tanah?
Unsur logam alkali tanah (IIA) terdiri dari Berilium, Magnesium, kalsium, Strontium, Barium, dan Radium. Dalam tabel periodik, ke enam unsur itu terletak pada golongan IIA.  Di sebut logam karena memiliki sifat-sifat seperti logam. Disebut alkali tanah karena oksida dan hidroksida dalam air bersifat basa (alkalis). Basa dari logam alkali tanah lebih lemah dibanding dengan logam dari golongan alkali (IA). Berbeda dengan golongan IA, unsur-unsur dari golongan logam alkali tanah banyak yang sukar larut di dalam air. Oksida dai alkali tanah ini serupa dengan Al2O3 dan oksida logam berat yang sejak semula dikenal dengan nama tanah. Unsur-unsur ini semuanya ditemukan di kerak bumi, tetapi tidak dalam bentuk elemen mereka begitu reaktif. Sebaliknya, mereka didistribusikan secara luas dalam struktur batuan. oleh karena itu golongan dari senyawa ini disebut logam alkali tanah.

alasan kenapa pada sistem periodik di golongan IA disebut Golongan Alkali, di golongan IIA disebut Golongan Alkali Tanah, di golongan VIIA disebut Golongan Halogen, dan di golongan VIIIA disebut Golongan Gas Mulia.
1. Alasan kenapa pada tabel periodik di golongan IA disebut
 Golongan Alkali:
Disebut Logam Alkali karena pada unsur-unsur yang terdapat di golongan IA oksidanya mudah larut dalam air dan menghasilkan larutan yang bersifat basa (alkalis).
2. Alasan kenapa pada tabel periodik di golongan IIA disebut
 Golongan Alkali Tanah:
Disebut golongan Alkali Tanah karena unsur-unsur pada golongan IIA bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah.
3. Alasan kenapa pada tabel periodik di golongan VIIA disebut
 Golongan Halogen:
Disebut Golongan Halogen dikarenakan unsur-unsur yang terdapat pada golongan VIIA dapat bereaksi dengan logam dan membentuk garam dapur, serta bersifat sangat reaktif, maksudnya cenderung menyerap satu elektron membentuk ion bermuatan negative satu.
4. Alasan kenapa pada tabel periodik di golongan VIIIA disebut
 Golongan Gas Mulia:
Disebut Golongan Gas Mulia karena kestabilan unsur-unsurnya dan sangat sukar bereaksi dengan unsur-unsur lainnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar